Selamat datang, Relawan Muda!

[ SALAM RELAWAN MUDA BRAWIJAYA ]

Inilah dunia kita, dunia tanpa tepuk tangan, dunia tanpa penghargaan dan dunia tanpa pamrih.

Workshop Kepenulisan – Menggores Tinta dalam Jurnalistik untuk Mewujudkan Tanggap Bencana

Workshop Kepenulisan merupakan salah satu program kerja dari KSR UB sebagai bentuk pengembangan Sumber Daya Manusia dari KSR UB yang bertujuan agar peserta Workshop bisa memberikan informasi kepada orang lain dengan bahasa dan penyampaian yang sesuai. Tema yang diusung pada Workshop Kepenulisan tahun ini yakni “Menggores Tinta dalam Jurnalistik untuk Mewujudkan Tanggap Bencana” dengan pusat bagian kepenulisan di bidang kebencanaan. Tujuannya agar peserta mampu memahami kode etik seorang jurnalis, cara meningkatkan minat baca, data apa saja yang akan digunakan untuk kaji cepat bahkan dijadikan berita nantinya, tentunya data dari hasil kaji cepat akan sesuai dengan kenyataan.
Workshop yang telah diadakan di Auditorium Nuswantara Gedung B FISIP Lantai 7 pada Sabtu, 7 April 2018 kemarin diikuti oleh anggota KSR UB dan perwakilan delegasi dari LPM berbagai fakultas yang ada di Universitas Brawijaya. Sebagaimana yang diutarakan oleh Ketua Pelaksana Workshop tahun ini, saudari Naily Maufiroh. Acara workshop kepenulisan kali ini bukan hanya diikuti oleh anggota KSR namun juga melibatkan LPM dari berbagai fakultas di Universitas Brawijaya karena selama ini belum pernah ada workshop kepenulisan tentang bencana.
Pemateri BPBD Kota MalangPerwakilan dari BPBD Kota Malang dan Radar Malang datang menjadi pemateri pada saat Workshop Kepenulisan. Pemateri dari BPBD Kota Malang, Bapak Mahfuzi, ST. MT membawakan bagaimana cara assesment bencana, bagaimana manajemen informasi saat bencana terjadi, serta memilah mana data yang valid dan tidak.
Pemateri Radar Kota MalangSementara itu pemateri dari Radar Malang, Bapak Kholid Amrullah membawakan bagaimana cara menulis yang baik dan mendatangkan rasa penasaran pembaca, misal dengan kata kata yang tidak biasa namun tidak menambahkan maupun mengurangi berita yang disampaikan. Pemateri juga menyampaikan betapa sulitnya menjadi seorang jurnalis, tantangan dalam dunia kepenulisan, serta cara melewatinya.

Dari kedua materi yang telah disampaikan sebelumnya acara selanjutnya yaitu Pembuatan Karya yang diawali dengan pemutaran video bencana alam kemudian peserta membuat karya tulis baik itu berupa berita ataupun assesment. Waktu Pembuatan Karya ini selama 20 menit dan dikumpulkan untuk dinilai secara langsung untuk mendapatkan daftar pemenangnya.

Pemenang Pembuatan Karya

Kedepannya, Workshop Kepenulisan diharapkan akan tetap terus diadakan dengan tema yang berbeda, agar memberikan kesan menarik bagi peserta sehingga dapat mengekspresikan kreatifitas baru pula.

#KSRUBJAYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *