Selamat datang, Kawula Brawijaya!

[ SALAM RELAWAN MUDA BRAWIJAYA ]

Inilah dunia kita, dunia tanpa tepuk tangan, dunia tanpa penghargaan dan dunia tanpa pamrih.

Sosialisasi Bahaya, Cara Pencegahan dan Penanganan Penyakit Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh mycobacterium, yang berkembang biak di dalam bagian tubuh di mana terdapat banyak aliran darah dan oksigen. Infeksi bakteri ini biasanya menyebar melewati pembuluh darah dan kelenjar getah bening, tetapi secara utama menyerang paru-paru. Bakteri TBC membunuh jaringan dari organ yang terinfeksi sehingga penyakit ini menjadi kondisi yang mengancam nyawa jika tidak dilakukan terapi.

Sosialisasi Tuberkulosis 2018

TBC merupakan penyakit menular dengan penderita terbesar kedua didunia setelah HIV. Rakyat Indonesia sendiri  merupakan penderita Tuberculosis terbesar kelima di Asia Tenggara. Sebanyak 331.400  masyarakat Indonesia adalah penderita penyakit ini pada tahun 2012.  Dan pada tahun 2015 penderita tuberculosis ini meningkat  sebanyak 330.900 jiwa. dan pada 2016 Indonesia menempati posisi kedua dengan beban Tuberculosis tertinggi di dunia sesuai data WHO Global Tuberculosis Report 2016. tuberculosis di Indonesia ini juga merupakan penyebab nomor empat kematian setelah penyakit kardiovaskular.

Melihat kenyataan yang ada bahwa penyakit ini sangatlah berbahaya. Namun kendati pun penderita penyakit ini adalah yang paling banyak kedua setelah HIV. Dengan keadaan yang memprihatinkan ini. Tentu edukasi atau sosialisasi sangat diperlukan guna mencegah makin menyebarnya penyakit ini.

Sosialisasi Tuberkulosis 2018

Maka dari itu KSR UB melalui seksi Penerbitan dan Penerangan atau yang biasa disingkat BITPEN melakukan sosialisasi mengenai bahaya tuberculosis, cara pencegahan serta cara penanganannya yang berupa terjun langsung  kemasyarakat pada hari/tanggal : Sabtu, 24 Maret 2018 yang berlokasi di jalan Idjen – Kota Malang. Alasan menjadikan jalan Idjen sebagai target lokasi sosialisasi dikarenakan masyarakat Kota Malang terkhususnya memiliki agenda rutin setiap minggu yaitu car free day yang dilakukan di sekitaran jalan Idjen.

Sosialisasi Tuberkulosis 2018

Sosialisasi yang dilakukan KSR UB ini berupa menjelaskan kepada para peserta car free day saat itu mengenai bahaya TBC cara pencegahan beserta cara menangani ketika sudah terlanjur terjangkit. Dan membagikan 200 buah masker dan sticker berisi himbauan akan bahaya penyakit ini. sosialisasi ini dimulai dari jam 08.30 WIB dan diikuti oleh sekitar 18 Anggota aktif KSR UB.

Sosialisasi Tuberkulosis 2018

Para partisipan yang merupakan anggota aktif KSR UB dibagi menjadi 4 kelompok setiap kelompok beranggotakan 4-5 orang. Seluruh kelompok disebar untuk kemudian melakukan aksi sosisalisasi sesuai dengan arahan Seksi BITPEN. Tugas-tugas dari setiap kelompok adalah mensosialisasikan mengenai apa itu tuberculosis, bahaya apabila terjangkit, cara – cara pencegahan, dan penanganan ketika sudah terjangkit. Setelah itu membagikan masker guna menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan terutama saluran pernapasan yang merupakan jalan utama menularnya penyakit TBC. Dan tidak lupa juga membagikan sticker sebagai peringatan akan bahaya penyakit tuberculosis. Sosialisasi ini berakhir ketika seluruh masker dan sticker yang dibagikan habis.

Beberapa masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa pada tanggal pelaksanaan sosialisasi ini merupakan hari peringatan Tuberculosis se-Dunia. Kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai luasnya penyebaran penyakit tuberculosis ini dan cara pencegahannya.

#KSRUBJAYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *