Selamat datang, Relawan Muda!

Peduli Bencana Erupsi Gunung Kelud

gunung-kelud

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia diguncang dengan berbagai cobaan, mulai dari banjir sampai gunung meletus. Yang terjadi dalam waktu terakhir adalah meletusnya Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, tepatnya tanggal 13 Februari 2014 sekitar pukul 22.50 WIB. Gunung yang berada di antara 3 wilayah di Jawa Timur yakni Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar kini kembali mengeluarkan  “isi perutnya” sejak terakhir kali terjadi pada tahun 1990.

Pada malam itu, status Gunung Kelud yang awalnya siaga III berubah menjadi awas. Perubahan status tersebut membuat banyak pihak siap siaga untuk antisipasi terjadinya letusan Gunung Kelud. Para warga sekitar, radius 10 km dari puncak Kelud langsung diamankan. Warga sekitar Gunung Kelud dibawa ke posko-posko pengungsian yang awalnya sudah dipersiapkan. Berikut adalah tempat-tempat yang dijadikan sebagai posko pengungsian para korban:

  • Desa Segaran, tempat evakuasi warga Desa Sempu dan Desa Manggis
  • Desa Tempat, tempat evakuasi warga Desa Sugihwaras dan Desa Babadan
  • Desa Pranggang, tempat evakuasi warga Desa Sepawon dan Desa Trisulo
  • Desa Asmorobangun, tempat evakuasi warga Desa Puncu dan Desa Damarwulan
  • Desa Kepung, tempat evakuasi warga Desa Kepungbaru
  • Desa Brumbung, tempat evakuasi warga Desa Besowo
  • Desa Siman, tempat evakuasi warga Desa Kebonrejo.

DSC01357

Penanganan dan penanggulangan bencana Erupsi Gunung Kelud ini melibatkan banyak pihak, baik dari instansi pemerintah maupun instansi lain. Instansi tersebut antara lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, POLRI, Dinas Kesehatan, PMI dan juga dari beberapa Organisasi  Masyarakat serta kalangan mahasiswa yang meluangkan waktunya untuk membantu saudara-saudara yang menjadi korban Kelud, tidak terkecualik Korps Sukarela Universitas Brawijaya. KSR UB telah mengirimkan beberapa personil ke berbagai titik posko pengungsian, diantaranya di Posko pengungsi Tapak Liman, Kota Batu sebagai Tim Dapur Umum dan beberapa posko di Kabupaten Kediri, yaitu posko Kesehatan dan Dapur Umum di Siman dan posko kesehatan di Brumbung. Selain itu, para personil KSR UB juga membagikan logistik ke beberapa warga bersama Rumah Zakat Kediri.

Personil KSR UB di Kediri

DSC01178

Pemberangkatan personil KSR UB dari Malang ke Kediri dilakukan pada tanggal 19 Februari 2014. Namun, sebelumnya telah ada teman-teman dari KSR UB yang sudah berada di Kediri sebelumnya. Mereka adalah Annisa Nofita Sari (D’31), Joko (D’31), Tri Rahayu (D’32), dan Mukhtasim Billah (D’32). Mereka bekerjasama dengan Rumah Zakat Kediri dalam memberikan bantuan logistik kepada para korban. Selain itu, mereka juga membantu dalam hal medis, misalnya dengan memberikan pertolongan pertama pada para korban yang membutuhkan, mendata para pengungsi yang sakit, serta memeriksa keadaan para korban yang sakit.

DSC01194

Pada tanggal 19 Februari 2014, KSR UB Malang yang berangkat ke Kediri ada 11 personil. Mereka semua dibagi menjadi 3 tim untuk ditempatkan di beberapa posko yang berbeda, yaitu tim DU, tim Logistik/ moving, dan tim Media. Tim DU terdiri dari M. Hadi Fauzan (D’32), Dewi Laili Ekayani (D’32), Army (D’32), dan M. Ikhsan (D’32). Untuk tim Logistik terdiri dari 5 personil, yaitu Taufik Hidayat (D’31), Prasetya Tahan (D’31), M. Rizal Mutaqin (D’31), Randi Ilhamsyah (D’32), Aditya Nur Hasanah (D’32). Dan untuk tim Medis, personil yang bertugas ada Murda (D’31) serta Taufik Setya Widodo (D’32).

Personil KSR UB di Batu

Sehari setelah erupsi, ada beberapa personil KSR UB yang langsung ditempatkan di Posko Tapak Liman Kota Batu sebagai penanggung jawab DU (Dapur Umum) di posko tersebut. Penempatan personil KSR UB sebagai Tim DU di posko ini dibagi menjadi 3 shift, dari tanggal 14 Februari 2014 sampai tanggal 21 Februari 2014. Tim DU menyiapkan konsumsi sekitar 300 porsi untuk setiap kali masak. Berikut adalah nama-nama personil yang berangkat:

DSC_0238

Shift 1

Shift 2

Shift 3

Landi Kiwo (D’32) Wijayanti Puji R. (D’31) Syamsu Rizal (D’30)
Randi Ilhamsyah (D’32) Umi Salamah (D’32) Rulita Dwi (D’32)
M. Rizal Mutaqin (D’31) Yudi Kristanto (D’33) Luthfiyah (D’32)
Rulita Dwi (D’32) Reni Alista (D’32) Imam M. (D’31)
M. Hadi Fauzan (D’32) Salsabiela Firdausi (D’32) Ayuni Dwi Lestari (D’32)
Roudhatul Jannah (D’32) Ahmad Sofwan (D’33) Samrotul M. (D’32)
Taufik Hidayat (D’31) Senja (D’33) Aminulloh A. (D’31)
Gilang Destrian (D’31) Nur Fadhilah (D’30) Wahyu (D’32)
Aris Budiman (D’32) Friska L. Ardianti (D’31) Nafiatul Ilma (D’32)
Ririn L. Kharima (D’32) Gilang Destrian (D’31)
Intan Nofita Sari (D’31)
Yangga Sofianto (D’32)

Selain menyiapkan konsumsi, teman-teman dari KSR UB juga membrikan trauma healing kepada para pengungsi. Kegiatan ini diberikan untuk menjaga mental para pengungsi supaya tidak terlalu tenggelam dalam duka. Trauma healing diberikan agar kondisi psikis para pengungsi segera membaik.

DSC_0273

 10 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *