Selamat datang, Relawan Muda!

Kemenangan dan Kemerdekaan

Apa kaitannya Hari Raya Idul Fitri dengan Hari Kemerdekaan RI? Padahal, Hari Raya Idul Fitri sudah lewat lebih dari dua pekan, tapi suasana hari kemenangan tersebut masih terasa di bulan Syawal ini. Tidak lama lagi, peringatan Kemerdekaan RI juga akan diselenggarakan. Lalu, apa arti dari kemenangan dan kemerdekaan buat kalian?

Menurut Zainul Alim, Idul Fitri mempunyai arti kemenangan umat Islam yang merupakan sebagai puncak akhir setelah pelaksanaan ibadah puasa, kemenangan disini adalah bentuk dari kemenangan dalam menggapai kesucian, layaknya seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih dan tanpa dosa. Dan pada hari itu seluruh kaum muslimin dan muslimat baru saja menuntaskan kewajiban agamanya yang paling berat yaitu menahan hawa nafsu melalui ibadah Ramadhan. Karena itu, barangsiapa mampu menuntaskan ibadah Ramadhan itu selama sebulan penuh, tentu dia akhirnya keluar sebagai pemenang dalam ujian kesabarannya itu. Nah itu menurut Bapak Zainul, kalau menurut saya sendiri kemenangan itu bagaikan puncak dari sebuah pendakian. Dimana jalan menuju puncak itu tidaklah mudah, sama halnya seperti menjalani ibadah di Bulan Ramadan, kita harus menahan lapar, dahaga, emosi, dan menata diri menuju jalan suci dengan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sekarang inilah kita berhasil melalui semua itu dan kita mendapatkan apa yang disebut kemenangan. Selama perjalanan kita tentunya sudah berusaha dan berikhtiar, untuk hasilnya kita bertawakal kepada Allah SWT.

Sama halnya dengan menjalankan organisasi. Siapa lagi yang menjalankan roda organisasi didalamnya kalau bukan anggotanya. Khususnya organisasi kita Korps Sukarela Universitas Brawijaya, dimana KSR ini bertujuan untuk membantu satu sama lain dengan jiwa kesukarealaan. Pasti ada rasa kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri ketika kita dapat menyalurkan jiwa kesukarelaan melalui kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan KSR. Menurut saya, disitulah para anggota dapat merasakan makna dari kemenangan itu sendiri, karena banyak pihak yang terbantu oleh kegiatan – kegiatan tersebut yang sifatnya saling membantu sesama.

Selain hari kemenangan, di bulan Syawal 1435 H, kita akan menyambut hari dimana tepat 69 tahun yang lalu, Negara kita Negara Indonesia telah dinyatakan resmi merdeka oleh presiden RI dimasa itu yaitu Ir. Soekarno. Ya, tepatnya tanggal 17 Agustus itu sudah didepan mata dan pastinya seluruh warga Negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke menyambut hari tersebut dengan penuh sukacita. Di tahun 2014 ini Indonesia sudah merdeka selama 69 tahun. Lalu apa arti dari kemerdekaan itu?

Menurut kamus Bahasa Indonesia, merdeka ialah bebas dan lepas dari segala macam penjajahan. Merdeka berarti bebas dari penjajahan, bebas dari tahanan, bebas dari kekuasaan, bebas dari intimidasi dan bebas dari tekanan dari budaya serta nilai-nilai yang bertentangan dengan diri kita. Kemerdekaan adalah suatu jalan ”jembatan emas” atau merupakan pintu gerbang untuk menuju masyarakat  adil dan makmur. Jadi, dengan kemerdekaan itu bukan berarti perjuangan bangsa sudah selesai. Tetapi, justru muncul tantangan baru untuk mempertahankan dan mengisinya dengan berbagai kegiatan pembangunan. Kalau menurut saya, kemerdekaan itu  kondisi dimana suatu Negara atau sebuah subjek bisa berdiri sendiri tanpa menggantungkan diri kepada pihak lain. Tentunya untuk mencapai kemerdekaan itu sangat banyak rintangan yang dihadapi. Dulu para pemuda dan veteran Indonesia bertarung melawan penjajah demi mempertahankan bumi pertiwi ini. Hingga akhirnya di ujung tombak peperangan tersebut, Indonesia mampu merdeka yang berlanjut hingga sekarang. Kita tengok diri kita sebagai anggota KSR, kita bisa berdiri seperti ini karena jasa para senior dan pendiri KSR yang merintis dari awal hingga jadilah salah satu organisasi di Kampus Brawijaya. Selama perintisan juga pasti banyak jalan terjal dan berliku yang dilaluinya. Jadi patutlah kita sebagai anggota penerus untuk tetap menjaga nama baik organisasi KSR Brawijaya ini.

Di setiap program kerja atau kegiatan yang diselenggarakan KSR UB didalamnya juga terdapat pemuda pejuang dalam hal ini ialah anggota dan panitia penyelenggara. Untuk persiapan di hari H, pasti para anggota ini menyiapkan dengan sekuat tenaga demi hasil yang terbaik. Kerja keras teman – teman memang tidak dapat diganti dengan materi, namun rasa bangga dan menjalani proses belajar ini menggantikan rasa lelah, bosan, yang terkadang hinggap dibenak teman – teman. Organisasi ialah salah satu bentuk kecil dari gambaran dunia nyata yang akan kita hadapi setelah lulus dari perkuliahan. Jadi jangan bosan untuk belajar  dan mencari pengalaman sebanyak mungkin selama di bangku kuliah.

Semoga jasa para pendiri KSR dan para pejuang tanah air dibalas oleh Tuhan YME, karena berkat jasa dan keikhlasan beliau kita dapat merasakan arti kemerdekaan hingga saat ini. Kita sebagai penerus tidak boleh pantang menyerah dalam menjalankan organisasi dan memajukan negeri ini dalam bidangnya masing – masing demi Indonesia yang lebih baik.

Hidup Indonesia!!!!

Penulis: Wulan Maharani (B. 32132238-TP)

 15 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *